Berapa Biaya Bikin Website untuk UMKM? Rincian yang Perlu Kamu Tahu
Pertanyaan pertama hampir semua pemilik usaha sebelum punya website adalah: “Habisnya berapa?” Jawabannya bisa ratusan ribu, bisa juga puluhan juta. Bedanya ada di apa yang kamu butuhkan. Supaya tidak salah pilih, kenali dulu komponen biayanya.
1. Domain: alamat website kamu
Domain adalah alamat seperti namausaha.biz.id atau namausaha.com. Biayanya dibayar per tahun. Domain lokal seperti .my.id dan .biz.id termasuk yang paling terjangkau, sedangkan .com dan .id biasanya sedikit lebih mahal. Yang penting: pastikan domain didaftarkan atas nama usahamu atau bisa kamu ambil alih kapan saja, bukan “dipinjamkan” selamanya oleh pembuat website.
2. Hosting: tempat website disimpan
Hosting adalah server tempat file website kamu tinggal supaya bisa dibuka 24 jam. Untuk website profil bisnis dengan pengunjung harian UMKM, server bersama (shared) sudah sangat cukup. Server sendiri (VPS) baru perlu kalau website sudah ramai sekali atau punya sistem yang berat, misalnya toko online dengan ribuan produk.
3. Desain dan pembuatan
Ini biasanya komponen terbesar. Website satu halaman (one-page) yang berisi profil, produk, testimoni, dan tombol WhatsApp jauh lebih murah dibanding website dengan banyak halaman, apalagi yang punya fitur khusus seperti keranjang belanja, pembayaran online, atau booking jadwal.
- Website profil 1 halaman: cocok untuk usaha yang baru mulai online.
- Website profil beberapa halaman (beranda, layanan, tentang, galeri, kontak): cocok kalau produk/layanan banyak dan ingin lebih mudah ditemukan di Google.
- Sistem custom (toko online, booking, dashboard): harganya mengikuti fitur, sebaiknya konsultasi dulu.
4. Biaya setelah tahun pertama
Banyak paket murah yang terlihat menarik di tahun pertama, lalu perpanjangannya jauh lebih mahal. Sebelum order, tanyakan berapa biaya perpanjangan domain dan hosting per tahun, dan apa yang terjadi kalau kamu tidak memperpanjang.
Cara menghindari biaya tersembunyi
- Minta rincian tertulis: apa yang termasuk (domain, hosting, SSL/HTTPS, revisi) dan apa yang tidak.
- Tanyakan jumlah revisi dan biaya revisi tambahan.
- Pastikan kamu tahu cara menghubungi pembuatnya kalau butuh ubah harga, menu, atau foto.
- Tanyakan harga perpanjangan di tahun kedua.
Intinya, mulai dari yang kamu butuhkan sekarang. Website satu halaman yang rapi dan mudah dihubungi sering kali sudah cukup untuk mendatangkan pelanggan, dan bisa dikembangkan nanti ketika usahamu tumbuh.
Mau punya website untuk usahamu?
Konsultasi gratis lewat WhatsApp, atau lihat paket dan harganya dulu.